Testimoni Kelas Blogger Bersama Fauziah Rachmawati


Testimoni Kelas Blogger Bersama Fauziah Rachmawati
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Hari ini, ahad 18 November 2018, telah usai kelas blogger yang diisi oleh traveler blogger mbak Fauziah Rachmawati yang diadakan oleh FLP Surabaya di perpustakaan Ngagel Rejo. Kelas tersebut diikuti kurang lebih oleh 20 peserta dari latar belakang apapun. Dalam kelas tersebut membahas mengenai membuat blog, mengatur blog hingga ada tips dan trik mengembangkan blog. Nur Afia adalah pramuda FLP wilayah Surabaya yang merasa terprovokasi untuk membuat blog yang digunakan sebagai ladang dakwah. Ia merasa tergerak untuk melebarkan dakwah dalam hal tulis menulis.

Bagi Fia, begitulah dia kerap disapa, perempuan adalah tema yang menarik baginya untuk dijadikan sebagai konten dalam blognya. Karena selain tidak jauh dari kesehariannya, ia juga ingin memperkenalkan lebih dalam lagi mengenai keislaman kepada sesama perempuan. Adapun strategi yang akan ia lakukan adalah membagikan hasil tulisannya tersebut dalam sosial media yang ia kelola. Ia yakin dengan menyebarkan tulisannya dalam blog melalui media sosial, akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap blog yang akan ia kelola. Media sosial yang ia sasar adalah facebook. Ia pun yakin dengan strateginya karena ia telah mengantongi pengikut yang lumayan loyal dari zaman ia membuat akun di facebook. Ia memaparkan bahwa ia telah lama membuat akun tersebut sejak ia duduk dibangku SMP. Sedangkan untuk media sosial jenis instagram ia tidak begitu yakin karena ia terbilang baru dalam memainkan instagram sehingga pengikutnya tidak seberapa banyak jika diabandingkan dengan di akun facebook. Karena baginya blog adalah dunia baru, dia berharap bisa belajar lebih banyak mengenai hal ini. Dan ia berkeyakinan konten adalah hal utama yang patut menjadi fokus utama dalam dunia blog selain hal-hal pendukung lainnya.

Lain peserta, lain pula harapan. Sylvia Marsudiningtyas yang juga merupakan pramuda FLP Surabaya ini sebenarnya sudah pernah mempunyai blog. Baginya dengan membuat blog, memberikan efek samping dalam mengutarakan semua uneg-uneg dalam pikirannya. Dengan menulis ia dapat melegakan semua bentuk kejenuhan yang pernah ia rasakan dalam hidupnya. Sesekali ia menuliskan hal lain atau topik lain.

Selain itu, ia juga dapat merasakan kejenuhan saat ngeblog. Ketika ia ingin menuliskan topik lain dalam blognya, terkadang ia mulai menemukan kebuntuan dalam mencari ide. Hal itu merupakan titik kejenuhan dalam hal tulis menulis baginya. Sedangkan strategi yang dilakukan Sylvia dalam mengupayakan maupun merawat blognya ialah dengan membagikan setiap postingan artikel terbarunya melalui media sosial yang ia punya. Ia yakin pengikutnya akan mendapatkan manfaat dari tulisan yang ia bagikan dalam media sosial. Karena ia telah menentukan dan mempertimbangkan tema salah satunya adalah hijrah yang ia mendapatkan inspirasi terkait hal itu dari lingkungan sekitarnya. Dan ia pun mengemasnya dengan cara yang bagus. Ia selalu memaparkan bahwa untuk menuliskan semuanya harus dengan hati agar nilai kebermafaatannya akan sampai kepada hati para pembaca juga.

Ia pun juga memaparkan bahwa dalam menjaga pengujung tetap setia berlama-lama dalam blognya, ia selalu menjaga kualitas tulisannya. Dalam hal ini ia tetap berupaya menuliskan semua yang menjadi keinginannya didalam menulis. Ia juga sering mendengarkan cerita-cerita dari lingkungan sekitarnya dengan begitu menjadikan cerita tersebut sebagai bahan tulisannya dalam blog. Oleh sebab itu ia akan dapat menjaga konsistensinya dalam hal tulis-menulis. Selain itu juga, ia membuat strategi mengenai pembaca yang bisa meninggalkan jejak positif dalam blognya yaitu dengan menjaga tulisannya seperti tidak terlalu bertele-tele, terlalu banyak kata sehingga membuat tidak nyaman para pembaca, agar para pengunjung tidak harus scroll atas bawah ataupun ke samping kiri dan kanan.


Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter