Rabu, 01 Februari 2017

Mengenangmu

Sumber: Dokumen Pribadi

Ada banyak cara kita melambungkan asa kita kepadaNya
Ada banyak cara kita menyampaikan harapan kita kepadaNya
Salah satunya melalui air hujan yang membasahi bumi
Saat itu pula, segera panjatkan keinginan kita melaluinya
Rengkuh ia sekuat-kuatnya dalam hati
Pinta ia dariNya untuk segera menggenapkan agama
Agar bisa bisa berjuang bersama

Hujan, aku mohon sampaikan pesan ini kepadanya
Agar dia mengetahui bahwa aku disini sedang bermunajah
Hujan, aku pinta sampaikan harapan ini kepada pemilikmu
Agar aku bisa mengenangnya dalam seberkas rindu

Jumat, 09 Desember 2016

Samarkan dengan Senyum Biasamu

Sumber Internet
Saat kegalauan menghampirimu, jangan pernah menunjukkan wajahmu itu.
Karena ada orang yang dengan baik memerhatikanmu.
Saat kerinduan menyapamu, jangan pernah menunjukkan hasratmu itu.
Karena ada orang yang dengan sayang memeluk bathinmu.
Apalagi sikapmu menunjukkann secara jelas,
Maka berlaku pintarlah untuk menyembunyikan semua perasaanmu.
Karena semua ini adalah tentang aku, kamu dan DIA.

Rabu, 26 Oktober 2016

Disampingmu, Aku Belajar


Sumber Gambar: internet

 Saat berada disampingmu, aku paham dengan semua jalan ceritamu.
Ya, aku tahu dari tatapan matamu.
Meskipun tak usah kau susah payah mendiksikan satu persatu,
Aku memahaminya dari lubuk hatiku.
Karena aku hampir merasakan apa yang kau rasakan saat itu.
Saat kau menguraikan semua peristiwa yang telah kau lalui,
Tak ada jawabku,
Dan yang tersisa hanyalah senyum dalam diamku.
Untuk apa lelah menerangkan ba bi bu,
Karena kita hampir sama untuk merasakannya.
Berada pada kondisi dan situasi,
Yang harus dilalui meskipun dengan menyayat hati.
Walaupun begitu,
Aku berterima kasih padamu.
Berada disampingmu, tanpa menatapmu lamat-lamat,
Membuatku paham dan mengerti untuk selalu menyematkan  kata semangat.

Minggu, 23 Oktober 2016

Karena Aku Masih Mengharapkanmu, Disini

Sumber Gambar: Internet
Maafkan aku telah meninggalkanmu sendiri dalam keramaian yang lalu.
Mengacuhkan pertanyaanmu,
mengabaikan permintaanmu,
dan juga membenamkan bayanganmu dalam derapanku.
Karena,
Ada beberapa alasan yang entah aku bisa menjelaskannya padamu atau tidak.
Karena,
Ada beberapa alasan yang entah kau bisa memahami serta menerimanya atau tidak.
Aku tidak menuntut dirimu untuk bisa menerima dan memahami apa yang telah terjadi.
Karena aku rasa, dirimu belum paham.
Aku pun tak menuntut dirimu untuk bisa merasakan apa yang aku rasakan saat itu.
Karena aku rasa, dirimu belum siap menerima kondisi sepertiku.
Aku lebih senang jika kita dalam jarak seperti dulu.
Melihatmu dari kejauhan, melambungkan asa ke awan.
Biarkan awan mendung yang menyimpan segala pertanyaan kita.
Biarkan tetesan air hujan menghapus jejak yang telah kita lalui.
Namun bukan berarti, aku mengenyahkanmu.
Kita hanya sedang menunggu.
Karena waktu yang akan mengeja semuanya satu persatu.
Kita hanya sedang memantaskan.
Karena waktu yang akan menerangkan panjang lebar tentang ba bi bu.
Aku tak menuntut apapun dari dirimu.
Yang aku mau, hargai saja alasan dan keputusanku.
Karena ini bukan hanya tentang aku dan dirimu.
Tapi juga tentang DIA dan mereka.
Asal kau tahu, menjaga hati itu bukan perkara yang mudah.
Aku tidak ingin terlalu mendengungkan kisah apa yang telah terjadi,
yang bisa jadi menimbulkan efek yang tidak baik bagi kita.
Aku hanya mencoba menciptakan damai dalam diri kita.
Aku tidak ingin terlalu menyerukan cerita apa yang telah terlewati,
yang bisa jadi menimbulkan jarak yang tak aku harapkan.
Aku hanya mencoba menghadirkan pelagi setelah hujan.
Agar kita bisa saling memandanginya lamat-lamat.

Written 11 October 2016
Inspired by: ZA3

Selasa, 18 Oktober 2016

Selalu Ada Kejutan Diakhir Kisah

Sumber Gambar: Dok.Pribadi


Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan peringatan dengan segala kabaikanNya. Semoga sholawat tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Bagaimana ya, aku sedikit bingung mau menuliskan seperti apa. Disini aku akan berusaha menggambarkan kejadian apa yang telah terjadi sebagai penutup dihari selasa 18 oktober 2016 ini.

Awalnya si dipagi hari biasa saja. Datar. Bahagia banget juga ga terlalu yang kayak gimana-gimana gitu. Sedih juga ga lebay banget. Normal, tapi lebih cenderung ke ekspresi datar (.-.) Ini emotnya kebalik, wkwkw, biarlah..  Latihan imajinasi yakk :p

Lanjut.