Kamis, 29 September 2016

Untuk Kamu

Sumber: internet
Hey, kamu yang disana
Jangan pernah melihat sosokku dalam perjalananmu
Jika kau selalu mencoba melihat sosokku, aku yakin kau tak kan betah
Karena aku menyebalkan bagimu
Mungkin bagimu, setiap ekspresiku begitu sombong
Mungkin untukmu, setiap langkahku begitu acuh
Tapi, ingatlah pesanku
Jangan pernah menyimpan seseorang dalam hati
Ya, karena memang hati itu tak bisa ditebak
Dia berbolak-balik
Kadang ia merah, kadang ia biru
Kadang ia gembira, kadang pula ia begitu syahdu
Tapi, simpanlah seseorang itu adalam doa
Karena ia tercatat diatas sana
Itulah mengapa aku selalu menatap kesana
Ke langit, aku suka itu
Jangan marah padaku setiap kali aku tak menjawab pertanyaanmu itu
Karena aku terlalu banyak penjelasan kepadamu
Dan aku tak ingin, kau cepat-cepat mengetahuinya
Aku juga punya alasan kenapa aku begitu 'sombong' padamu
Aku juga punya alasan kenapa aku begitu 'acuh' padamu
Jika kau ingin jawaban itu, coba lihat keatas sana
Mungkin kau bisa melihat dari jawaban yang pernah kutinggalkan disana
Selamat mencari yaa ^^

Selasa, 27 September 2016

Hujan yang Sama


Sumber: Instagram
Aku mengahrapkan kehadiranmu sama seperti aku mengharapkan kehadirannya
Kemarin aku merindukanmu sama seperti aku merindukannya
Menunggu kau datang sama seperti aku menunggunya
Namun jika kau betah disinggahsanamu, aku tak mengapa
Sama halnya dengan dirinya, aku juga tak mengapa
Karena ketika kau ada dihadapanku, itu sudah membuatku lega
Menyampaikan semua asa, cita, bahkan cinta yang ada
Meskipun itu tak terucap satu kata padanya
Seolah semua masalah hilang entah kemana
Karena sosokmu sebagai pelipur lara
Aku ingin kau hadir lagi
Aku mimpikan kau menyapaku kembali
Tetaplah seperti ini, jangan berubah
Tidak kurang dan tidak lebih
Karena dengan begitu, aku ingin menghentikan waktu
Benar, aku tak ingin ia berlalu
Aku selalu mengharapkan dia adalah sosok yang sama
Seperti kau yang selalu menyapaku kemarin

Minggu, 18 September 2016

Sering Menggunakan yang Mana?

Dari sekian rumus 5W+1H, sesering manakah engkau tanyakan terutama 'Why'?
What, where, when, who, why dan how adalah rumus sederhana yang biasa kita temukan sehari-hari. Tapi, dari sekian yang ada, sudah seberapa seringkah kita melontarkan why pada objek yang kita tuju? Dari sanalah kita akan tahu, alasan apa yang sebenernya, yang diinginkan dari objek tujuan. Memang si perlu penelusuran yang lebih mendalam dari objek yang dituju, tapi lebih baik menelusuri terlebih dahulu sebelum menjudgenya?

Sabtu, 17 September 2016

Ia tak Bisa Lepas dari Ingatan

Mungkin ini terdengar sedikit aneh bagi yang tidak biasa. Tapi, bagiku suara itu 'menghantui'. Bagaimana tidak, suara bayi itu selalu berputar-putar dipkiranku. Sekalipun aku melakukan hal lain. Karena memng ketika ditinggal oleh kedua orangtuanya untuk kerja, ia selalu bersamaku. Kalau tidak dengan aku maka dengan ibuku..

Tiap hari disela-sela aktivitasku, aku selalu menyempatkan untuk melihat keadaannya ketika berada dilain kamar. Aku selalu pasang telinga yang siaga, apalagi saat ia merasa kelaparan atau haus dipertengahan perjalanan menuju pulau kapuknya..Entah. Begitulah, aku tak tega melihat ia menangis. Memang setelah kian lama tak ada penghuni kecil di rumah kami, kini kehidupan kami sekeluarga berbeda semenjak kehadirannya, terutama aku. Aku yang selalu harus mondar-mandir, saat tak ada orang lain yang 'menyentuhnya'. Tapi, memang suara itu dan tentu saja bayangan wajahnya, tak bisa mudah lepas dari ingatanku...

inspired by: Faiz

Jumat, 16 September 2016

Aku Masih Punya 'Hutang'

Semenjak tanggal 7 September lalu, beliau si pengen lebih belajar lagi. Ga pengen ketinggalan dari anak-anak jaman sekarang. Apalagi urusan perkantoran. Segala sarana dan prasarana setidaknya ada untuk mendukung segala aktivitas. Ya, tulis menulis erat kaitannya dengan mengetik. Kalau beliau dulu, ngetiknya si pakek mesin ketik ya.. Lha sekarang udah jarang banget ditemuin tuh mesin sama onderdil-onderdil.. Jadi harus belajar ngetik lagi.

Aku, dapet pe-er untuk memberikan cara atau tutorial kepada beliau..
Tapi sampai sekarang, belum aku laksanain. Aku sanggupi si udah, cuman nyari waktu biar berdua aja, gimana yaa.. lihat sikon beliau aja udah kasihan, lelah. Mungkin quality time kali ya, malam minggu nongkrong diteras sekeluarga melingkar sambil makan tahu tek, boleh juga tuh..
Mungkin besok, entah kapan ya? Aku harus bisa menyinergikan seperti gambar dibawah... wkwkwk :D
Sumber: Internet

Rabu, 07 September 2016

Aku Marah, Tapi....

Catatan ini ditulis untuk meluapkan kemarahan.

Bagaimana ya,
Sebenernya aku marah.
Tapi, aku ingat kata mutiara.
Bahwasannya, orang yang kuat itu, orang yang dapat menahan amarahnya.
Lagi pula, ada juga,
"Jangan marah, maka bagimu surga."
Itu hadist, entah perkataan nabi, perbuatan atau ketetapan.
Tapi, aku lupa siapa periwayatnya.

Memang si, kalau marah ada solusinya.
Yang pertama, kita musti harus duduk. Apalagi kalau lagi berdiri.
Yang kedua, ambil air wudhu untuk dibasuh ke muka.
Aku rasa itu juga pesan dari sang punjangga.
Karena ketika marah, kita hilang kendali.
Yang ada musuh bebuyutan manusia riang sekali.
Karena ia membelenggu di dada bahkan hati manusia.

Yang terkahir ini, aku rumuskan dari hasil tadabbur alam.
Senyum, lupakan, dan anggap saja ini mimpi indah (heaa, ga banget deh)
Yah, disenyumi saja, lupakan saja apa yang terjadi, lampiaskan pada yang tepat.
Seperti saat ini, aku menuliskannya disini.
Jadi berasa ada yang menasehati diri sendiri.
Karena tetiba saja, ingat beberapa kata mutiara yang terlintas.
Semoga saja tak terlalu lama membekas..

Lagi pula, hukum alam itu berlaku kok.
Ya, Law Of Attraction (LOA).
Jika ia melakukan hal baik pada orang lain,
sejatinya ia melakukan pada dirinya sendiri.
Pun sebaliknya.
Jadi apalagi yang harus diperdebatkan?
Jadi apalagi yang harus dijadikan objek untuk marah?
Sekalipun itu bikin sakit hati yang amat mendalam,
Udah, ingat aja, janji Allah SWT nyata.
NYATANYA, NGADEMIN kok...