Jumat, 04 September 2015

Aku, Kau, dan Langit Biru

Tuhan, ku tahu
Mungkin ia tak pernah tahu
Bahwa ku disini memendam rindu
Amat terasa sesak dalam kalbu
Saat ku tahu ia berada jauh
Bibir ini terasa pilu
Dada ini bergejolak tak tentu
Raga ini pun kaku
Ingin rasanya untuk bersandar pada bahu
Tuk katakan bahwa diri ini merindu
Berharap kau selalu disampingku
Agar dapat ku rasakan cintamu
Bagaimana ku ungkapkan padamu
Tentang rindu yang menusuk kalbu
Ku tak mau lama-lama bersama bayanganmu
Karena itu semua kan terdengar sangat syahdu
Sadarkah kau, wahai ksatriaku
Telah ku tuliskan kata rindu dan cinta padamu
Pernahkah kau melihat itu
Cobalah kau lihat dilangit biru
Terlihatkah olehmu
Atas pesan yang ku sampaikan padamu
Yang mulai tertutupi oleh mendung