Kamis, 19 Juni 2014

Uhibbukum Fillah

19 Juni 2014 sekitar pukul 20:25 ba'da isya. Handphone dipinjam oleh kakak perempuanku. Ya waktu itu ia sedang asyik bermain facebook. Hingga handphone-ku berbunyi yang menandakan adanya pesan. Entah itu pesan singkat atau berupa whatsapp.

"Hey ini bunyi apa?" Tanya kakakku

"Oh, itu bunyi pesan. Tapi entahlah, pesan dari apa, maskudku dari whatsapp atau dari pesan biasa" Jelasku padanya

Selang beberapa menit kemudian

"Hey hey hey, ada telpon nih. lho, tapi ini nomer tidak dikenal." Kakakku melihat dengan wajah terkejut

Sontak saja aku refleks meraupnya. "Siapa ya? apa aku akan dapat kejutan lagi? Entahlah tapi siapa dia?"

Minggu, 15 Juni 2014

Alloh, You knows me so well Part 1

.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Tidak ada kata ataupun kalimat. Yg tersisa hanyalah sejarah dan senyuman. Karena sudah dilalui dan itu adalah sebuah pengalaman.
Pengalaman yg sebelumnya tak terbayangkan. Speechless? Pasti. Karena itu adalah mimpiku dan harapan. Harapan dan mimpi para sejuta umat. Terutama generasi penerus. Terharu? Sangat terharu biru. Alhamdulillah.. Semua anganku yg aku angankan diatas balkon sekolah 15 tahun yang lalu, terwujud. "wa kaffa billahi syahida (cukup Alloh saja yg jadi saksi)" . Tidak ada kalimat maupun penjelasan yg detail kpd mereka. Siapapun mereka. Karena alur berpikir tiap hambaNya berbeda, so keep silent aja. "nikmat tuhanmu manakah yang kau dustakan?". But, this is a begining. Jangan pernah merasa berakhir.
Remember!!! "dulu.. , sekarang sahabat, dan nanti.." Kata2 itu. Iya. Kata2 yg terucap di hari kamis tgl 12 juni 2014 ba'da dhuhur di mata kuliah e-commerce. I'll remember it. Yup. There's no excuse to give up. Keep Spirit, Keep Calm and Keep Move to reach ur dream. Spread ur wings and u'll touch the sky. Semoga Alloh kan ridhoi. Aamiin.

Sabtu, 07 Juni 2014

No Title

Dulu, pernah terukir kisah diantara kita
Dulu, pernah tergoreskan kejadian-kejadian diatas tinta berwarna
Dulu, pernah terlukiskan wajah ketabahanmu atas diriku
Dunia seakan hanya tempat bermain
Sempat, hilang angan tentangmu karena hadirnya orang lain
Sempat, hilang jejakmu karena IA belum meridhoi kita
Sempat, hilang kabarmu karena prioritas mimpi kita
Termasuk faktor-faktor alam yang belum mendukung kita
Sekarang, kita telah dewasa atas makna sesungguhnya dari cinta
Sekarang, kita telah paham makna sesungguhnya saling memiliki
Sekarang, kita telah yakin makna sesungguhnya saling melengkapi
Jarak dan waktu yang akan menjawab atas pertanyaan besar ini
Tidak ada kata menyesal ataupun kecewa
Tinggallah kata syukur yang paling besar
Seolah aku melihat diriku dalam cermin indah
Lama, namamu mulai memudar dalam diaryku
Lama, bayanganmu lenyap oleh heningnya malam
Enyah,  dirimu lari dari hidupku
Enyah, kenangan berharga
Baru, kehidupan yang sesungguhnya akan datang
Baru, tantangan yang nyata ada dihadapan
Semangat, amanah, dan istiqomah kan membawa kita pada cinta abadiNYA
Ridho dan surga kan mengantarkan kita pada keikhlasan amal untukNYA

RINDU [lagi]?

Lagi, rindu itu hadir disaat semua hal mulai berjalan dengan indah maupun tidak
Lama, bersemayam cukup lama dalam benak hati yang mulai meledak-ledak
Tertahan, tersimpan rapi bahkan hampir retak
Karena tak kuasa akan ramainya ia bergejolak
Pesan, mungkinkah untuk diri yang mulai tak bisa bertahan?
Entah, dikau yang jauh disana bisa merasakan?
Namun, terkadang diri hirau dengan semua pesan
Karena begitu banyaknya tekanan
Semoga semua kan berakhir dengan sesuai yang dimimpikan
Kita, semua kan jadi pemenang atas jerih payah do'a serta pengharapan

Jumat, 06 Juni 2014

Bertahan

Angin Kencang sedikit demi sedikit mulai menyentuh diri
Terasa akan dinginnya disanubari
Namun tak akan ku biarkan ia menerjang mimpi
Mimpi indah sejuta angan-angan tuk diraih
Perlahan namun pasti
Ku berjalan dengan keyakinan dalam hati
Tuk gapai semua mimpi
Sedikit demi sedikit
Walau hati sering disakiti
Tapi Alloh maha teliti
Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi
Tak kan ku biarkan semua berlari
Meskipun ditelan badai
Karena Alloh yang menguatkan raga ini
Semoga semua kan jadi abadi
Because story will be history