Senin, 10 Desember 2012

Diantara Pilihan


Aku terlahir di dunia diantara pilihan
Menjadi diriku atau mereka
Menjadi sedih atau bahagia
Menjadi nikmat atau sengsara
Menjadi suram atau indah
Tak ada yang bisa dilakukan
Kecuali jika aku mau berusaha
Dengan sekuat jiwa dan tenaga
Hidup dimasa sekarang
Bukan dimasa penyesalan
Ataupun juga bukan dimasa pengandaian
Tanya pada diriku
Siapa diriku sebenarnya
Tanya pada diriku
Seperti apa jati diri
Tanya pada diriku
Bekal apa yang akan dibawa kelak
Seperti apa langkah kecilku
Yang sangat berarti untuk menjadi besar
Seperti apa langkah kecilku
Yang sangat berarti untuk masa depan
Seperti apa langkah kecilku
Yang jika tidak dimulai dari sekarang

Senin, 19 November 2012

Insan Biasa


 Kita hanyalah insan biasa yang tak bisa lepas dari kekuasanNya..
Kita hanyalah insan biasa yang tak bisa lepas dari ridhoNya..
Kita hanyalah insan biasa yang haus akan cintaNya..
Kita hanyalah insan biasa yang rindu akan kasih sayangNya..
Kau berjuang dijalanNya dengan caramu sendiri..
Aku berjuang dijalanNya dengan caraku sendiri..
Berharap suatu saat nanti kita dapat berjumpa di surgaNya..
Bersama hamba-hambaNya yang lain..
Satu tujuan, satu visi, satu misi, satu keyakinan..
Kan memenangkan hati kita..
Yang menjadi penghargaan atas usaha kita..
Yakinlah kita kan mendapatkan itu semua..
Yakinkan pada diri sendiri bahwa  IA kan membalas ketabahan kita..
Yakinkan pada diri sendiri bahwa  IA kan membalas keikhlasan kita..
Yakinkan pada diri sendiri bahwa  IA kan membalas kesabaran kita..
IA kan menjawab semua kegelisahan hati hambaNya pada waktu yang tepat..
IA kan menjawab semua kegundahan hati hambaNya dengan cara yang indah..
Berharaplah padaNya agar IA memberikan yang terbaik..
Pada diri kita, mereka, dan tentu pada agamaNya..

SECRET ADMIRER


    Pagi cerah memecah rasa malas Diya untuk segera bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat ke perpustakaan daerah yang berada didekat rumahnya. Ia tidak mau melewatkan kesempatan 'indah' yang tak sengaja ia temui sebelumnya. Waktu itu ia sedang melihat buku-buku sesuai dengan seleranya yang berada dibagian rak ilmu teknologi. Tiba-tiba saja ia melihat seorang laki-laki yang dilihatnya sebagai sosok yang bersahaja berjalan menuju kerahnya. Dengan segera ia memalingkan pandangan dari laki-laki tersebut seraya beristighfar dalam hati.
    Tak lama setelah menemukan buku yang dicarinya, Diya segera mencari tempat duduk untuk segera melahap bacaannya. Ia sibuk berpikir dalam pikirannya untuk memahami bacaannya, berangan-angan mengenai bacaannya dan mencoba untuk menuliskan pemahamannya diatas buku sakunya dengan tinta biru. Tinta yang membuatnya tetap bisa bersemangat ketika menulis. Saat menumpahkan buah pemikirannya, tiba-tiba sosok laki-laki yang dilihat sebelumnya berada tepat duduk didepannya. Saat itu juga Diya mulai tidak konsen dengan apa yang dibacanya. Yang sebelumnya ia menumpahkan buah pemikiran mengenai buku bacaannya, sekarang mulai berpuisi ria menjauh dari topik bacaannya.
    Tuhan selalu adil kepada hambaNya
    KAU menghadirkan teman pada burung itu yang sembari berdiri sendiri diatas pohon bertuah
    Tuhan selalu memberikan kasih sayangNya pada umatNya
    KAU memberikan rasa cinta dan menumbuhkannya pada jiwa-jiwa yang haus akan cintaMu yang sebenarnya
    Dengan izinMu perkenankanlah aku untuk mendapatkan yang seperti ia
    Seperti jiwa yang senang dengan sebenar-benarnya cinta dan kasih sayang
    Tetapi jika tak dapat kuperoleh izin itu maka izinkanlah aku untuk dekat dengan yang sepertinya
    Dengan yang penuh rasa indah seindah-indahnya Kau menghadirkannya seperti saat-saat bahagia
    Setelah merasa tidak fokus dengan apa yang telah terjadi dalam dirinya, Diya segera meninggalkan tempat perpustakaan dengan tergesa-gesa.
    Dan hari ini ia berharap bertemu dengan orang laki-laki itu untuk yang kedua kalinya. Tetapi situasi dan kondisilah yang tak mengizinkannya. Dengan ekspresi yang datar-datar saja Diya pulang ke rumah dan membuka kembali buku bacaannya yang telah dipinjamnya itu. Seperti biasa ia membuka buku sakunya dan menuliskan semua pemikirannya yang terpendam rapi dalam pikiran dan hati.
    Selang seminggu kemudian disaat yang tak terduga ia bertemu dengan sosok laki-laki yang bersahaja itu. Kali ini berada di taman buku. Tempat dimana biasanya digunakan sebagai pameran buku-buku tiap minggunya. Memang Diya tak mengharapkan kesempatan itu datang kembali untuk yang berikutnya, tapi keajaibanlah yang menghadirkannya. Ia hanya memandangnya dari kejauhan sudut bangku yang didudukinya sambil memandang kearah matahari yang sebentar lagi akan tenggelam.
    Selama ini aku merasa telah mengacuhkan cinta dan kasih sayangMu
    Tapi tidak untuk kali ini
    Aku tersadarkan dengan dirinya yang Kau hadirkan dihadapanku
    Akan kusadari dalam hidupku tiap hari
    Betapa suci nan indahnya Engkau
    Engkau yang selama ini dalam hati nurani
    Akan kusirami raga ini dengan adanya dirinya
    Yang telah membangun kembali rasa cintaku padaMu

Senin, 01 Oktober 2012

KETIKA CINTA DIPERJUANGKAN??!!


 Hari pertama untuk masuk di bangku kuliah sudah dimulai. Semangat Mawar begitu menggebuh untuk menanamkan cita dan asa untuk masa depan. Tetapi ia sudah dihadapkan dengan pemandangan yang tak biasa seperti waktu di masa sekolah. Semua mahasiswa disana seakan-akan tak mengenal agama. Sebagai seorang muslimah, ia tak boleh pantang mundur untuk beribadah.
"Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah tuntun aku untuk mencapai ridhoMu." suara lirih Mawar.
Dalam perjalanannya, ia terus memanjatkan do'a kepada Allah, agar IA mengirimkan seseorang yang dapat menemaninya untuk berjuang menyiarkan agamaNya. Agar dapat mengerti maupun memahami betapa cinta dan rindunya kepada yang Maha Cinta.
Hari demi hari mulai berjalan. Waktu terus berputar, hingga akhirnya Mawar berteman dengan seorang ikhwan, Alfian.
Mereka begitu akrab. Berbincang-bincang mengenai banyak hal. Banyak kesamaan diantara mereka, baik dari segi sifat, misi, maupun pemikiran di setiap diskusi. Hingga akhirnya benih-benih cinta bertebaran diantara mereka. Menyadari bahwa tak ada cinta yang indah seindah cinta kepadaNya, Mawar hanya bisa menyembunyikan perasaannya. Tetapi berbeda dengan Alfian. Ia berusaha untuk mengutarakan perasaannya kepada Mawar dengan menunggu momen yang tepat.
Tiba saatnya setelah diskusi untuk yang kesian kalinya,
"Afwan ukty, ada sesuatu yang ingin ana bicarakan dengan ukty."
"Ya silahkan saja akh. Mengenai apa ya?", Tanya Mawar penasaran.
"Kok tak seperti biasanya. Ekspresi wajahnya juga memperlihatkan begitu serius daripada sebelumnya", bathin Mawar.
"Hemm, kapan-kapan sajalah kalau begitu", tegas Alfian dengan ekspresi bingung.
Dengan segera Alfian meninggalkan Mawar yang masih penuh tanda tanya di pikirannya.
Ba'da isya' handphone Mawar berdering, kali ini pesan singkat dari Alfian.
"Afwan ukh tadi terburu-buru pergi.Sebenarnya dan sejujurnya ana menyukai ukhtyMawar. Karena ana lihat uhty Mawar adalah muslimah yang sederhana, yang ana impikan. Ana tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin mengutarakan perasaan ana kalau ana benar-benar menyukai sosok ukhty Mawar. Karena bayangan ukhty Mawar selalu berselancar dalam ingatan ana. Afwan sebelumnya ukh."
Hati Mawar berdegup kencang, sambil memegang handphone ia begumam "ternyata selama ini ia juga menyimpan perasaan seperti yang aku rasakan."
"Sebenarnya aku juga menyukaimu, Alfian. Tetapi kita tak bisa bersama jika begini melainkan atas kehendakNya. Aku tak bisa berbuat apa-apa jika sudah begini. Aku khawatir jika aku membalas perasaanmu itu. Tidakkah kau menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah yang tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini, esok, maupun hari-hari kedepan."
Keesokkan harinya suasana berubah menjadi kaku. Tak ada saling canda tawa bersama lagi. Semuanya berjuang di jalanNya dengan jalan masing-masing.
Dalam hati , Mawar hanya bisa berdo'a, "ya Allah, ya tuhanku. Aku meminta ampun atas dosa-dosaku selama ini. Aku meminta kepadaMu agar Engkau memberikan jalan keluar kepada kami berdua. Engkau yang maha mengetahui, lebih mengerti atas kami. Berikan ridhoMu kepada kami jika memang kami harus bersama dan tunjukkan jalan keluar yang lebih baik jika memang kami harus berpisah." (wallahua'lam)

Rabu, 12 September 2012

Stop Menyentuh Wajah dengan Tangan!


Secara tak sadar, kita pasti sering menyentuhkan tangan pada wajah, entah itu untuk mengelus-elus dagu, menyentuh pipi, menggaruk hidung, menyandarkan pipi ke telapak tangan, atau sekadar mengenyahkan rambut yang menutupi muka. Sadarkah Anda bahwa kemungkinan besar itulah yang membuat wajah Anda berjerawat?


Telapak tangan = sumber bakteri
Nyaris semua aktivitas kita sehari-hari dilakukan dengan tangan. Maka tak heran jika sebagian besar bakteri dan kuman yang kita temui setiap hari menempel di tangan kita.

Jerawat terbentuk saat pori-pori tersumbat oleh sel kulit mati, minyak, atau kosmetik, kemudian bercampur dengan bakteri. Bayangkan apa yang terjadi saat kulit wajah kita sudah ditutupi oleh minyak dan debu setelah seharian beraktivitas, lalu tangan kita yang penuh kuman menyentuh-nyentuh kulit. Tak heran jika jerawat di wajah tak kunjung berkurang.

Masalahnya, biasanya aktivitas menyentuh wajah ini dilakukan secara tidak sadar. Atau jika dilakukan secara sadar, sulit sekali rasanya untuk menahan diri. Bagaimana caranya menghentikan kebiasaan buruk ini?

1. Pastikan tangan selalu bersih
Tak salah jika sejak dulu ibunda selalu mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Tak perlu sering-sering, karena akan membuang bakteri baik dan membuat kulit tangan jadi kasar, namun setidaknya selalu cuci tangan setiap habis melakukan aktivitas yang mentransfer banyak kuman.

Ingat, setelah tangan dicuci, bukan berarti kita bebas menyentuh wajah. Ini hanya untuk jaga-jaga, setidaknya jika kita tak sengaja menyentuh wajah, tangan sedang dalam keadaan "tak kotor-kotor amat".

Yang terpenting, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih saat tiba waktunya mengoleskan pelembab, sunscreen, krim malam, masker, atau obat jerawat.

2. Jangan memainkan rambut
Rambut mengandung minyak yang jika menyentuh wajah (baik langsung maupun melalui perantara tangan) bisa menambah penumpukan minyak di kulit muka dan menyebabkan jerawat.

3. Gunakan punggung tangan
Jika Anda benar-benar harus menyentuh wajah, misalnya untuk mengenyahkan benda asing, gunakan punggung tangan dan bukan telapak tangan. Punggung tangan tidak bebas kuman, tapi jumlahnya tak sebanyak kuman di telapak tangan.

4. Sibukkan tangan Anda
Biasanya kebiasaan menyentuh-nyentuh jerawat dan mengelus-elus kulit wajah dilakukan saat sedang iseng. Untuk mengalihkannya, beri kebiasaan lain bagi tangan Anda, misalnya memainkan jemari tangan. Memasukkan tangan ke dalam saku, memegang sebuah benda dengan dua tangan, dan melipat tangan di depan dada juga bisa jadi "penahan" agar tangan tak jalan-jalan.

5. Pakai sarung tangan
Ini berlaku untuk Anda yang sering tak sengaja menyentuh wajah saat tidur di malam hari. Tentunya Anda harus memastikan sarung tangan Anda bersih dan selalu rutin dicuci. Mau trik oke? Oleskan lotion pelembap ke telapak tangan sebelum tidur dan tutupi dengan sarung tangan. Anda pun akan bangun dengan tangan yang lembut dan halus.

6. Libatkan orang-orang terdekat
Beri tahu sahabat, kekasih, adik, kakak, mama, papa, dan rekan-rekan kerja tentang efek buruk menyentuh wajah dengan tangan. Ingatkan mereka untuk menegur Anda saat Anda melakukannya.


Selasa, 17 Juli 2012

BateraiQ

Alhamdulillah, saya kembali lagi bisa posting di blog ini setelah sekian lamanya saya sibuk dg kuliah, kegiatan2, de el el...
Tapi kali ini saya dihadapkan dengan sedikit permasalahan yg saya kira itu cukup mengkhawatirkan..
hehe, yupz, ini mengenai baterai laptop saya yg sudah menandakan 'cenat-cenut'. Saya berusaha browsing2 di internet bagaimana cara mengatasinya dan berusaha agar baterai laptop saya tetap bisa bertahan umurnya. Hingga akhirnya saya menemukan disini. Setelah saya coba instruksinya yg ada disana, ternyata hasil menunjukkan kalau baterai laptop saya ini memang parah sekali.. hiks hiks hiks :'(. Meskipun begitu saya ga boleh nyerah begitu az, saya akan bersemangat utk 'menyembuhkannya', hehe :D